Address
Jl. Wijaya Kusuma, RT.12/RW.6, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Address
Jl. Wijaya Kusuma, RT.12/RW.6, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00

Granit dan keramik memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari harga, daya tahan, tampilan, hingga perawatannya. Granit tile atau homogeneous tile umumnya memiliki struktur yang padat, sedangkan keramik menawarkan banyak pilihan motif dengan harga yang beragam. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada kualitas produk, jenis permukaan, lokasi pemasangan, dan anggaran.
Sebelum memilih, penting untuk membedakan granit alam dengan granit tile yang banyak digunakan sebagai material lantai rumah. Keduanya tidak memiliki karakteristik yang sepenuhnya sama.
Untuk menjawabnya, tim Bitren dari Jasa desain Interior akan bahas secara lengkap kelebihan, kekurangan, serta faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan.
Granit merupakan batu alam yang terbentuk dari proses pendinginan magma di bawah permukaan bumi. Karena berasal dari alam, setiap lembar granit memiliki pola unik yang tidak akan sama satu dengan yang lain. Kesan yang dihasilkan pun mewah, elegan, dan tahan lama.
Keramik dibuat dari campuran tanah liat, pasir, dan bahan kimia tertentu yang dibakar pada suhu tinggi. Produk ini kemudian dilapisi dengan glasir (lapisan mengilap) yang memberikan warna dan motif beragam. Keramik menjadi pilihan paling umum karena harganya terjangkau dan variasinya sangat banyak.
Granit dan keramik sama-sama dapat digunakan sebagai penutup lantai rumah. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari segi kepadatan material, daya serap air, pemasangan, harga, dan pilihan permukaan. Pemilihan material sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan ruangan, anggaran, serta spesifikasi produk yang digunakan.
| Aspek Perbandingan | Granit Tile (Porcelain/Homogeneous Tile) | Keramik Glazur Biasa |
|---|---|---|
| Bahan dan proses produksi | Dibuat dari campuran bahan mineral dan tanah liat yang diproses menjadi badan tile padat melalui pembakaran. | Dibuat dari bahan keramik yang dibentuk dan dibakar, dengan karakteristik badan serta glasur yang bergantung pada jenis produknya. |
| Kepadatan material | Umumnya lebih padat dan memiliki tingkat penyerapan air yang rendah. | Tingkat kepadatan dan penyerapan air bervariasi menurut jenis dan spesifikasi produk. |
| Daya serap air | Porcelain tile yang memenuhi klasifikasi terkait memiliki penyerapan air di bawah 0,5%. | Tidak memiliki satu angka penyerapan air yang berlaku untuk semua produk. Periksa lembar spesifikasi produsennya. |
| Ketahanan penggunaan | Cocok untuk area dengan aktivitas tinggi apabila spesifikasi kekuatan dan ketahanan ausnya sesuai kebutuhan. | Dapat digunakan untuk lantai dengan intensitas aktivitas berbeda, bergantung pada kualitas produk dan peruntukannya. |
| Ketahanan gores dan keausan | Performa bergantung pada jenis permukaan, glasur, dan hasil pengujian produk. | Performa juga bergantung pada jenis glasur, ketahanan abrasi, dan karakteristik produk. |
| Pilihan tampilan | Banyak tersedia dalam motif marmer, batu alam, beton, dan desain modern dengan berbagai ukuran. | Memiliki banyak pilihan motif, warna, tekstur, serta ukuran untuk berbagai konsep interior. |
| Harga material | Umumnya berada pada kelas harga lebih tinggi, tetapi tetap bergantung pada merek, ukuran, motif, dan kualitas produk. | Sering menjadi pilihan yang lebih ekonomis dengan rentang harga yang beragam. |
| Pemasangan | Material yang padat dapat membutuhkan mata potong, peralatan, dan teknik pemasangan yang sesuai. | Umumnya lebih mudah dipotong, tetapi tetap membutuhkan dasar lantai yang baik dan pemasangan yang tepat. |
| Keamanan saat basah | Tingkat kelicinan ditentukan oleh jenis permukaan dan hasil pengujian produk, bukan hanya label granit tile. | Sama-sama bergantung pada tekstur, finishing, kondisi permukaan, serta spesifikasi ketahanan selip. |
| Perawatan | Relatif mudah dibersihkan. Sambungan nat tetap perlu diperhatikan agar tidak menjadi tempat penumpukan kotoran. | Relatif mudah dibersihkan dengan kebutuhan perawatan yang juga dipengaruhi oleh jenis glasur, tekstur, dan kondisi nat. |
| Area penggunaan | Dapat dipilih untuk ruang tamu, ruang keluarga, dapur, atau area lain sesuai spesifikasi produk. | Dapat digunakan untuk lantai maupun dinding di area yang sesuai dengan peruntukan dan spesifikasi produknya. |
Pada akhirnya, granit tile tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap ruangan, begitu pula keramik tidak selalu memiliki kualitas lebih rendah. Pertimbangkan daya tahan yang dibutuhkan, kondisi permukaan, anggaran, dan kemudahan perawatan sebelum menentukan material lantai.

Dari segi ketahanan, granit jauh lebih unggul. Lantai granit dapat bertahan hingga lebih dari 20 tahun dengan tampilan yang tetap indah. Sementara keramik umumnya mulai menunjukkan keausan setelah 5–10 tahun, terutama pada area yang sering dilewati.
Namun, hal ini juga tergantung pada kualitas produk. Keramik premium bisa cukup tahan lama jika dipasang dan dirawat dengan benar.
Jika Anda menginginkan tampilan mewah dan alami, granit jelas pilihan yang tepat. Polanya unik dan bertekstur alami, cocok untuk desain rumah modern maupun klasik.
Sebaliknya, keramik unggul dalam hal variasi motif dan warna. Anda dapat menemukan desain seperti marmer, kayu, bahkan batu alam dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca juga : Keramik Cutting vs Granit: Bedanya Apa dan Mana yang Lebih Awet?
Dari segi biaya, keramik jelas lebih ramah di kantong. Namun, jika Anda ingin investasi jangka panjang, granit menawarkan nilai yang lebih tinggi.
Granit cenderung lebih mudah dibersihkan, cukup dengan air dan kain lembut. Namun, karena sifatnya yang lebih berpori, perlu dilakukan pelapisan (sealer) secara berkala untuk mencegah noda membandel.
Keramik lebih mudah dalam hal pembersihan sehari-hari, tetapi nat di antara ubin sering menjadi masalah karena mudah menumpuk kotoran dan jamur.
Anda bahkan bisa mengombinasikan keduanya — misalnya, granit untuk area utama dan keramik untuk area sekunder.
Jika Anda mencari lantai yang kuat, mewah, dan tahan lama, maka granit adalah pilihan terbaik. Namun, bila Anda mengutamakan biaya terjangkau dan kemudahan pemasangan, maka keramik lebih cocok.
Jadi, antara granit vs keramik tergantung pada:
Untuk rumah dengan gaya elegan dan jangka panjang, granit menang telak. Namun, untuk solusi praktis dan efisien, keramik tetap unggul.
Tidak selalu. Granit dengan finishing matte justru memiliki daya cengkeram lebih baik.
Bisa, tetapi pilih jenis granit dengan permukaan kasar agar tidak licin.
Keramik bisa retak jika terkena benturan keras atau dipasang di permukaan tidak rata.
Ya, karena berat dan butuh teknik pemasangan yang presisi.
Granit alami lebih ramah lingkungan, namun proses pengolahannya memerlukan energi tinggi.
Tentu bisa, asal penempatannya disesuaikan dengan fungsi ruang.