Keramik Cutting vs Granit Bedanya Apa dan Mana yang Lebih Awet

Keramik Cutting vs Granit: Bedanya Apa dan Mana yang Lebih Awet?

Bingung memilih keramik cutting vs granit saat finishing lantai rumah? Sebagian besar pemilik hunian awam sering kali bingung untuk membedakan jenis material penutup lantai yang ada di pasaran. Salah satu kesalahan orang awam dalam memilih lantai ya itu menyamakan antar keramik cutting dengan granit asli, kedua material ini memiliki karakteristik teknis yang sangat berbeda.

Memahami perbedaan keramik cutting dan granit secara tepat akan membantu Anda memilih lantai yang sesuai dengan fungsi ruangan dan anggaran proyek Anda. Bingung pilih keramik cutting vs granit? Pahami bedanya di sini. Bersama jasa kontraktor terpercaya, tentukan material terbaik Anda tanpa drama salah beli. 

Perbedaan Keramik Cutting vs Granit

Karakteristik LantaiKeramik Cutting (Rectified Tile)Granit Asli (Homogeneous Tile)
Bahan DasarTanah liat dengan lapisan glazur di atasnyaBatuan alam sintesis (campuran silika & tanah lempung)
Hasil Potongan TepiSangat siku dan presisi karena dipotong ulang setelah dibakarSiku sempurna di seluruh ketebalan material
Pemasangan NatBisa sangat rapat (1 mm) mirip dengan tampilan granitSangat rapat dan mulus memberikan kesan tanpa sambungan
Daya Tahan NodaBaik di permukaan, namun jika lapisan atas tergores bisa merembesSangat tinggi karena material padat hingga ke lapisan dalam
gambar perbedaan keramik dan granit
Keramik Cutting vs Granit: Bedanya Apa dan Mana yang Lebih Awet?

Trik Mengenal Keramik Cutting dan Kapan Cocok Dipakai

Bagi Anda yang masih awam, cara termudah mengenali keramik cutting adalah dengan melihat tepiannya. Keramik biasa umumnya memiliki pinggiran yang agak membulat (cushion edge), sedangkan keramik cutting telah melalui proses pemotongan ulang setelah dibakar sehingga menghasilkan sudut 90 derajat yang sangat tajam dan presisi.

Berikut adalah beberapa tips dan trik memilih antara kedua material ini untuk lantai hunian Anda:

1. Sesuaikan dengan Anggaran dan Tampilan yang Diinginkan

Jika Anda menginginkan lantai yang terlihat mewah dengan nat yang sangat tipis dan rapat mirip granit, tetapi terbentur alokasi dana, maka keramik cutting ukuran besar (seperti 60×60 cm) adalah trik alternatif terbaik. Material ini memberikan visual premium dengan efisiensi biaya yang lebih ramah kantong.

2. Perhatikan Lokasi Pemasangan Ruangan

Granit memiliki kepadatan yang jauh lebih tinggi dan daya serap air yang sangat rendah dibanding keramik. Triknya, gunakan granit asli untuk area yang memiliki mobilitas tinggi atau rawa beban berat seperti ruang tamu utama dan garasi. Sementara itu, keramik cutting sangat ideal dan aman diaplikasikan untuk area dinding kamar mandi atau kamar tidur.

Baca juga: Granit vs Keramik: Mana yang Lebih Baik untuk Lantai Rumah?

3. Konsultasikan Metode Pemasangan dengan Tukang

Karena tepian keramik cutting sangat tajam, tingkat kesulitan pemasangannya sedikit lebih tinggi dibanding keramik biasa. Pastikan Anda mempercayakannya pada kontraktor jakarta timur yang memiliki tukang pasang lantai berpengalaman agar hasil nat benar-benar rata.

Baca juga: 4 Tips Sebelum Pakai Jasa Kontraktor di Jakarta Timur

Tentukan Pilihan Lantai Rumah Anda Bersama Ahlinya

Memilih material penutup lantai adalah keputusan investasi jangka panjang untuk kenyamanan keluarga Anda. Baik keramik cutting maupun granit, keduanya memiliki kelebihan masing-masing selama diaplikasikan pada ruangan yang tepat dengan teknik pemasangan yang benar.

Jika Anda membutuhkan saran pemilihan material lantai yang paling efisien, aman untuk jangka panjang, serta didukung oleh tim pelaksana lapangan yang rapi, tim Bitren Kontraktor siap mendampingi perencanaan hunian impian Anda.

Ingin mewujudkan lantai rumah yang mewah dan rapi tanpa drama salah pilih material di area Jabodetabek? Klik Hubungi Kontak WA Kami di Sini! untuk terhubung langsung dengan tim arsitek kami dan dapatkan sesi konsultasi sekarang!

FAQ (Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan)

Apakah keramik cutting sama dengan keramik biasa?

Bahan dasarnya sama, namun keramik cutting telah melalui proses pemotongan tambahan di pabrik menggunakan pisau khusus untuk menghasilkan pinggiran lantai yang tegak lurus (90 derajat) dan sangat presisi, berbeda dengan keramik biasa yang tepiannya cenderung agak membulat.

Mana yang lebih awet antara keramik cutting dan granit?

Secara kekuatan struktural dan daya tahan terhadap goresan berat, granit asli (homogeneous tile) jauh lebih unggul dan awet karena materialnya padat dan seragam dari lapisan atas hingga bawah. Namun, keramik cutting tetap sangat awet untuk penggunaan interior rumah standar.

Apakah pemasangan keramik cutting bisa tanpa nat sama sekali?

Pemasangan lantai tetap wajib menggunakan nat minimal 1 mm hingga 1.5 mm untuk mengantisipasi pemuaian material akibat perubahan suhu cuaca lokal. Keunggulan keramik cutting adalah potongan sikunya membuat jarak nat tersebut tersamarkan dengan sangat rapi sehingga terlihat menyatu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *