Address
Jl. Wijaya Kusuma, RT.12/RW.6, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Address
Jl. Wijaya Kusuma, RT.12/RW.6, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Sebelum menyetujui pembayaran termin kontraktor, cocokkan tagihan dengan volume pekerjaan yang sudah selesai, mutu yang dapat diterima, dan syarat pembayaran dalam kontrak. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menyepakati nilai yang layak dibayarkan.
Pada renovasi kantor atau pembangunan fasilitas perusahaan, pemeriksaan ini dapat melibatkan tim proyek, pengawas, Quantity Surveyor (QS), serta pihak yang berwenang menyetujui pembayaran. Tim GA atau procurement dapat mengoordinasikan dokumennya, sedangkan penilaian teknis dilakukan oleh personel yang kompeten.
Panduan ini berfokus pada pemeriksaan pekerjaan dan tagihan saat proyek berjalan. Jika Anda masih menyusun pembagian DP, milestone, dan retensi untuk renovasi rumah, baca panduan termin pembayaran renovasi rumah.
Gunakan enam pertanyaan berikut sebagai pemeriksaan awal:
Jika ada data yang belum jelas, mintalah penjelasan dan bukti pendukung agar pihak yang berwenang dapat mengambil keputusan sesuai prosedur kontrak.
Mulailah dengan menyamakan dokumen yang digunakan. Pengukuran terhadap gambar lama atau tagihan yang belum memasukkan perubahan pekerjaan dapat menghasilkan selisih meskipun perhitungannya terlihat benar.
| Dokumen | Yang perlu dicocokkan |
| Kontrak atau SPK | Dasar pembayaran, syarat pencairan, tenggat, dan pihak yang berwenang menyetujui |
| BOQ/RAB atau daftar nilai pekerjaan yang disepakati | Item, satuan, volume, harga, dan bobot pekerjaan |
| Gambar kerja dan spesifikasi yang disetujui | Lokasi, dimensi, material, serta kriteria penerimaan |
| Perubahan pekerjaan yang disetujui | Penambahan atau pengurangan lingkup, nilai, dan waktu |
| Berita acara dan rekap termin sebelumnya | Pekerjaan serta nilai yang sudah diperhitungkan |
Sepakati juga tanggal batas pemeriksaan. Pekerjaan yang diselesaikan setelah tanggal tersebut perlu dibedakan dari pekerjaan yang masuk periode tagihan.
Jadwal atau Kurva S membantu membandingkan progres rencana dan aktual. Namun, persentase dalam laporan jadwal tidak otomatis menjadi persentase yang dapat ditagihkan. Periksa dasar pembobotan dan ketentuan pembayarannya.
Pemeriksaan dan pengukuran volume pekerjaan sering disebut opname. Catat item, lokasi, satuan, volume yang diajukan, dan volume hasil pengukuran dengan metode yang disepakati.
Bedakan volume kumulatif sampai tanggal pemeriksaan dengan tambahan volume pada periode berjalan. Pekerjaan yang sudah diakui sebelumnya tidak boleh dihitung lagi sebagai tambahan baru.
Misalkan dalam proyek renovasi kantor terdapat pekerjaan pasangan dinding dengan data berikut. Seluruh angka merupakan ilustrasi, bukan data proyek Bitren.
| Komponen pemeriksaan | Nilai |
| Volume pasangan dinding dalam kontrak | 200 m² |
| Volume kumulatif yang diajukan kontraktor | 100 m² |
| Hasil pengukuran bruto | 100 m² |
| Bukaan yang harus dikurangi sesuai metode kontrak | 20 m² |
| Volume neto hasil pemeriksaan | 80 m² |
Dengan asumsi mutu pekerjaan diterima, progres item pasangan dinding adalah:
80 m² ÷ 200 m² × 100% = 40%
Jika nilai item tersebut Rp50 juta dari total kontrak Rp500 juta, bobotnya adalah 10%. Kontribusi pasangan dinding terhadap progres seluruh proyek menjadi:
40% × 10% = 4% dari nilai kontrak, atau Rp20 juta.
Jadi, angka 40% merupakan progres item dinding. Untuk memperoleh progres seluruh proyek dengan dasar bobot nilai kontrak, jumlahkan kontribusi setiap item menggunakan pembobotan yang telah disepakati.
Volume terpasang perlu diperiksa bersama mutunya. Pada renovasi kantor, pemeriksaan dapat mencakup dimensi partisi, kesesuaian material, hasil pemasangan plafon, serta pengujian instalasi sesuai lingkup dan spesifikasi.
Perhatikan pekerjaan yang akan tertutup, seperti instalasi di atas plafon, pipa dalam dinding, atau waterproofing di bawah finishing. Mintalah catatan inspeksi dan hasil pengujian yang dipersyaratkan sebelum bagian tersebut ditutup.
Foto membantu menunjukkan lokasi dan perkembangan pekerjaan. Namun, foto tidak selalu membuktikan dimensi, kondisi bagian tersembunyi, atau keberhasilan pengujian. Lengkapi dengan hasil pengukuran dan pemeriksaan teknis yang relevan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, catat item, lokasi, dan dampaknya. Pengakuan progres serta perlakuan pembayarannya mengikuti hasil pemeriksaan dan ketentuan kontrak.
Panel partisi, keramik, atau perangkat lampu yang sudah dikirim ke lokasi belum otomatis menjadi pekerjaan terpasang. Pisahkan pencatatannya agar laporan tidak menunjukkan penyelesaian yang belum terjadi.
Jika kontrak mengizinkan pembayaran atas material tersimpan, periksa jenis, jumlah, spesifikasi, bukti pengiriman, kondisi penyimpanan, serta ketentuan kepemilikan dan tanggung jawabnya.
Saat material tersebut dipasang, perbarui pencatatannya. Nilai material yang sudah diperhitungkan sebelumnya perlu direkonsiliasi agar tidak ditagihkan dua kali.
Gunakan tabel pemeriksaan untuk menunjukkan bagian yang sudah sesuai, perlu dikoreksi, atau membutuhkan pemeriksaan ulang. Berikut kelanjutan ilustrasi renovasi kantor:
| Item/lokasi | Klaim kontraktor | Hasil pemeriksaan | Tindak lanjut |
| Dinding area A | 100 m² selesai | Volume neto 80 m²; mutu diterima | Koreksi volume kumulatif menjadi 80 m² |
| Plafon ruang rapat | Pekerjaan selesai | Sebagian sambungan belum memenuhi kriteria finishing | Tandai lokasi, perbaiki, lalu periksa ulang |
| Instalasi ruang kerja | Pemasangan selesai | Catatan pengujian yang dipersyaratkan belum tersedia | Lengkapi pemeriksaan dan bukti pengujian |
Daftar perbaikan atau punch list sebaiknya memuat temuan, lokasi, tindakan, penanggung jawab, target penyelesaian yang disepakati, dan status pemeriksaan ulang.
Pisahkan pekerjaan yang belum dilaksanakan dari pekerjaan terpasang yang perlu diperbaiki. Keduanya memerlukan catatan dan tindak lanjut yang berbeda.
Nilai progres kumulatif menunjukkan pekerjaan yang diakui sampai tanggal pemeriksaan. Jumlah itu belum tentu sama dengan tagihan yang perlu dibayar pada periode berjalan.
Sebagai ilustrasi sederhana, gunakan asumsi pembayaran berdasarkan progres, tanpa uang muka, retensi, perubahan pekerjaan, pajak, atau potongan lain yang memengaruhi perhitungan:
| Komponen | Nilai ilustrasi |
| Nilai kontrak renovasi kantor | Rp500.000.000 |
| Progres kumulatif seluruh item yang disetujui | 40% |
| Nilai pekerjaan kumulatif | Rp200.000.000 |
| Pembayaran sebelumnya untuk pekerjaan dalam nilai kumulatif tersebut | Rp125.000.000 |
| Selisih pembayaran periode berjalan | Rp75.000.000 |
Rp200 juta adalah nilai kumulatif. Dengan asumsi tersebut, selisih pembayaran periode berjalan adalah Rp75 juta. Angka 40% pada tabel merupakan progres seluruh proyek, berbeda dengan progres item dinding pada contoh sebelumnya.
Pada proyek yang memiliki uang muka, retensi, atau penyesuaian lain, rekonsiliasi tagihan perlu memasukkan komponen tersebut sesuai kontrak. Jika dasar pembayarannya milestone, periksa capaian dan nilai milestone yang disepakati.
Rangkum hasil pemeriksaan dalam berita acara progres atau dokumen persetujuan yang digunakan pada proyek. Cantumkan tanggal, periode, item yang diperiksa, progres yang disetujui, selisih klaim, temuan mutu, dan lampiran pendukung.
Dokumen perlu mendapat persetujuan pihak yang berwenang sesuai kontrak. Invoice kemudian dicocokkan dengan hasil persetujuan tersebut dan rekap pembayaran sebelumnya.
Jika klaim sudah sesuai dan syarat termin terpenuhi, proses pembayaran dapat dilanjutkan. Jika ada selisih, dokumentasikan koreksi dan nilai yang disepakati. Bagian yang belum jelas perlu diverifikasi kembali melalui prosedur proyek.
Satu temuan cacat tidak otomatis menentukan perlakuan atas seluruh tagihan. Identifikasi bagian terdampak dan dasar kontraknya, lalu catat keputusan pembayaran beserta tindak lanjutnya.
Pemeriksaan termin lebih mudah ketika item pekerjaan, metode pengukuran, bukti pemeriksaan, serta pihak yang menyetujui sudah jelas sejak awal.
Saat memilih jasa kontraktor bangunan, mintalah penjelasan tentang pelaporan progres, pemeriksaan mutu, dan penyelesaian selisih tagihan sebagai bagian dari pembahasan proyek.
Merencanakan pembangunan atau renovasi kantor, gedung, maupun fasilitas perusahaan? Diskusikan kebutuhan proyek Anda bersama tim Bitren Kontraktor, termasuk lingkup pekerjaan dan mekanisme pelaporan progres yang ingin disepakati.
Wakil kontraktor dan owner atau wakilnya dapat melakukan pemeriksaan bersama, dengan melibatkan pengawas, QS, atau tenaga ahli sesuai kebutuhan. Persetujuan hasil mengikuti pembagian kewenangan dalam kontrak.
Foto membantu dokumentasi, tetapi perlu dilengkapi hasil pengukuran, pemeriksaan mutu, dan pengujian jika dipersyaratkan. Data tersebut membantu menghubungkan kondisi lapangan dengan item yang ditagihkan.
Samakan tanggal batas, lokasi, satuan, dan metode pengukuran. Periksa kembali bersama, catat selisih, lalu sepakati koreksi laporan serta tagihan sesuai prosedur kontrak.
Periksa ketentuan pembayaran material dalam kontrak. Pembelian atau pengiriman barang saja belum otomatis memenuhi syarat penagihan. Jika dapat ditagihkan, catat terpisah dan siapkan bukti yang dipersyaratkan.