Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Rumah terasa sempit belum tentu karena ukurannya kecil. Dalam banyak kasus, penyebab utamanya justru berasal dari Kesalahan Desain Interior yang tidak disadari pemilik rumah sejak awal.
Mulai dari pemilihan warna, pencahayaan, hingga penataan furnitur—kesalahan kecil bisa berdampak besar pada persepsi ruang. Akibatnya, rumah terasa sesak, gelap, dan kurang nyaman meskipun luas bangunannya sebenarnya cukup.
Artikel ini membahas 7 Kesalahan Desain Interior yang paling sering membuat rumah terlihat sempit, lengkap dengan penjelasan dan solusi praktis agar hunian terasa lebih lega, rapi, dan nyaman tanpa harus renovasi besar.
Salah satu Kesalahan Desain Interior paling umum adalah penggunaan warna gelap secara berlebihan, terutama pada rumah dengan luas terbatas.
Warna gelap memang terlihat elegan, tetapi:
Jika diaplikasikan tanpa pencahayaan yang tepat, ruangan akan terasa lebih kecil dari ukuran sebenarnya.
Solusi:
Gunakan warna terang atau netral (putih, krem, beige, abu muda) sebagai warna dominan, lalu kombinasikan warna gelap hanya sebagai aksen.
Baca Juga : Berapa Biaya Renovasi Rumah 2026? Ini Rincian Lengkap dalam 9 Tahap
Furnitur yang terlalu besar sering menjadi biang utama rumah terasa sempit. Ini adalah Kesalahan Desain Interior yang sering terjadi karena pemilik rumah hanya fokus pada tampilan, bukan skala ruang.
Dampaknya:
Menurut Rumah123, pemilihan furnitur yang proporsional sangat menentukan kenyamanan dan visual ruang.
Solusi:
Pilih furnitur dengan ukuran proporsional, kaki terbuka, dan desain ringan secara visual.
Terlalu banyak dinding atau sekat permanen adalah Kesalahan Desain Interior yang membuat rumah terasa terkotak-kotak dan sempit.
Sekat berlebihan:
Solusi:
Gunakan konsep open space atau sekat non-permanen seperti partisi ringan, rak terbuka, atau pintu geser (sliding door).
Pencahayaan sering dianggap pelengkap, padahal ini elemen krusial dalam desain interior.
Kesalahan yang sering terjadi:
Kompas Properti menekankan bahwa pencahayaan yang baik mampu mengubah persepsi luas sebuah ruangan secara signifikan.
Solusi:
Gabungkan pencahayaan alami dengan layered lighting (general, task, dan accent light).
Dekorasi memang mempercantik ruangan, tetapi jika berlebihan justru menjadi Kesalahan Desain Interior yang fatal.
Terlalu banyak:
Akan membuat ruangan terlihat “ramai” dan sesak.
Solusi:
Gunakan prinsip less is more. Pilih dekorasi yang benar-benar punya nilai estetika atau fungsi.
Banyak rumah kecil terasa sempit karena ruang vertikalnya tidak dimanfaatkan dengan baik.
Ini termasuk:
Kesalahan ini sering tidak disadari, padahal dampaknya besar pada efisiensi ruang.
Solusi:
Gunakan storage vertikal, kabinet tinggi, dan rak dinding agar ruang tetap rapi dan lega.
Pemilihan motif lantai dan pola dinding yang terlalu ramai adalah Kesalahan Desain Interior terakhir yang sering membuat rumah terasa sempit.
Pola besar dan kontras tinggi:
Solusi:
Pilih lantai dengan warna netral, motif halus, dan ukuran ubin yang proporsional dengan luas ruang.
Menghindari kesalahan-kesalahan ini bisa membuat rumah terasa jauh lebih luas tanpa renovasi besar.
Baca Juga : 10 Komponen Biaya Renovasi yang Sering Disepelekan Pemilik Rumah
Kesalahan Desain Interior sering kali bukan soal selera, tetapi soal perencanaan yang kurang tepat. Rumah yang nyaman dan terasa luas bukan ditentukan oleh ukuran semata, melainkan oleh bagaimana ruang ditata dan dimanfaatkan.
Dengan memahami 7 kesalahan di atas, Anda bisa:
🏡 Rumah Anda terasa sempit dan kurang nyaman?
Konsultasikan GRATIS dengan tim profesional kami untuk solusi desain interior yang tepat, fungsional, dan sesuai kebutuhan ruang Anda.