Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Banyak pemilik rumah mengira Biaya Renovasi Rumah hanya soal material dan upah tukang. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Justru biaya-biaya kecil yang sering disepelekan inilah yang kerap membuat anggaran renovasi membengkak tanpa disadari.
Mulai dari bongkaran, penyesuaian struktur lama, hingga biaya finishing tambahan—semuanya bisa menjadi “biaya siluman” jika tidak diperhitungkan sejak awal.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 komponen Biaya Renovasi Rumah yang paling sering luput dari perhitungan, lengkap dengan penjelasan praktis agar Anda bisa menyusun anggaran renovasi dengan lebih aman, realistis, dan terkontrol.
Banyak orang fokus ke biaya membangun ulang, tapi lupa bahwa pembongkaran juga butuh anggaran tersendiri.
Yang termasuk di dalamnya:
Jika renovasi cukup besar, biaya bongkar bisa mencapai 5–15% dari total Biaya Renovasi Rumah.
Kompas Properti menyebutkan bahwa pembongkaran sering menjadi sumber pembengkakan biaya jika tidak direncanakan sejak awal.
Struktur lama yang terlihat “baik-baik saja” belum tentu aman. Saat renovasi berjalan, sering ditemukan:
Perbaikan struktur ini tidak terlihat di awal, tapi sangat krusial dan mahal jika baru diketahui di tengah proyek.
Instalasi lama sering kali tidak kompatibel dengan desain baru. Akibatnya:
Ini adalah salah satu Biaya Renovasi Rumah yang paling sering dianggap remeh, padahal dampaknya signifikan.
Baca Juga : 7 Cara Menghemat Biaya Bangun Rumah Tanpa Mengurangi Kualitas Konstruksi
Banyak pemilik rumah menghindari biaya desain untuk “menghemat”, padahal tanpa gambar kerja yang jelas:
Desain yang baik justru membantu mengontrol Biaya Renovasi Rumah secara keseluruhan.
Contohnya:
Finishing tambahan ini terlihat kecil, tapi jika dikumpulkan bisa menambah jutaan rupiah pada anggaran renovasi.
Jika rumah berada di:
Maka biaya angkut material akan meningkat. Ini sering tidak masuk perhitungan awal Biaya Renovasi Rumah.
Kondisi lapangan sering berbeda dari rencana, misalnya:
Semua ini memunculkan pekerjaan tambahan yang tidak ada di RAB awal.
Target waktu yang mepet sering memaksa:
Tanpa kontrol, biaya tenaga kerja bisa melonjak dan memengaruhi total Biaya Renovasi Rumah.
Baca Juga : 5 Faktor Utama yang Menentukan Biaya Bangun Rumah dari Nol
Setelah renovasi selesai, masih ada:
Biaya ini sering dianggap sepele, padahal tetap perlu anggaran khusus.
Ini komponen paling penting tapi paling sering diabaikan.
Idealnya, sisihkan 10–15% dari total Biaya Renovasi Rumah sebagai dana cadangan untuk:
Rumah123 juga menyarankan adanya contingency budget agar renovasi tidak berhenti di tengah jalan.
Sebagai gambaran umum:
Angka ini bisa berubah tergantung 10 komponen di atas.
Biaya Renovasi Rumah bukan hanya soal material dan tukang. Justru biaya-biaya kecil yang sering disepelekanlah yang paling berisiko membuat anggaran jebol.
Dengan memahami 10 komponen ini sejak awal, Anda bisa: