Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Menghemat Biaya Bangun Rumah bukan berarti harus mengorbankan kualitas konstruksi. Faktanya, banyak rumah cepat rusak justru bukan karena anggarannya kecil, tetapi karena perencanaan dan eksekusinya kurang tepat.
Dengan strategi yang benar, Anda tetap bisa membangun rumah yang kokoh, nyaman, dan tahan lama tanpa pemborosan biaya. Artikel ini membahas 7 cara paling efektif menghemat Biaya Bangun Rumah tanpa menurunkan standar kualitas, berdasarkan praktik yang umum diterapkan oleh kontraktor profesional.
Jika Anda sedang merencanakan bangun rumah dari nol, panduan ini akan membantu Anda mengontrol anggaran sejak awal sekaligus menghindari kesalahan mahal di tengah proyek.
Kesalahan paling sering yang membuat Biaya Bangun Rumah membengkak adalah desain yang berubah-ubah di tengah proyek.
Perubahan desain berarti:
Desain rumah sebaiknya sudah final sebelum pembangunan dimulai, termasuk:
Menurut Kompas Properti, revisi desain saat konstruksi berjalan bisa meningkatkan biaya hingga 20–30% dari anggaran awal.
Tips Profesional:
Gunakan desain fungsional dan realistis, bukan sekadar mengikuti tren.
Baca Juga : 8 Langkah Renovasi Rumah Anti Ribet untuk Pemilik Rumah Sibuk
Desain yang simpel bukan berarti murahan. Justru desain minimalis modern adalah salah satu cara paling efektif menekan Biaya Bangun Rumah.
Ciri desain hemat biaya:
Desain seperti ini mengurangi:
Media properti Rumah123 juga menekankan bahwa desain sederhana mempermudah kontrol biaya dan kualitas konstruksi.
Kesalahan umum adalah menganggap material mahal selalu berarti kualitas terbaik. Padahal, banyak material kelas menengah yang kuat, awet, dan jauh lebih efisien untuk Biaya Bangun Rumah.
Contoh strategi cerdas:
Menurut Dekoruma, kombinasi material yang tepat justru membuat rumah lebih tahan lama dengan biaya lebih rasional.
Prinsip Penting:
Prioritaskan kualitas di bagian struktur, pondasi, atap, dan instalasi.
Semakin luas rumah, semakin besar Biaya Bangun Rumah yang harus disiapkan. Banyak orang membangun ruang yang akhirnya jarang digunakan.
Solusi hemat:
Sebagai gambaran, selisih 10 m² saja bisa berdampak puluhan juta rupiah pada total biaya.
Tips:
Bangun sesuai kebutuhan saat ini, bukan skenario ideal yang belum tentu terpakai.
Menggunakan tukang harian memang terlihat murah di awal, tetapi sering berujung:
Sistem borongan kontraktor profesional justru membantu mengontrol Biaya Bangun Rumah karena:
Lamudi Indonesia juga menyarankan penggunaan kontraktor berpengalaman untuk menghindari biaya tak terduga.
Baca Juga : 5 Faktor Utama yang Menentukan Biaya Bangun Rumah dari Nol
Jika anggaran terbatas, membangun bertahap bisa menjadi solusi—asal direncanakan sejak awal.
Yang harus dipersiapkan:
Tanpa perencanaan matang, pembangunan bertahap justru bisa membuat Biaya Bangun Rumah lebih mahal di kemudian hari.
Pengawasan adalah kunci penghematan yang sering diremehkan.
Manfaat pengawasan rutin:
Baik dilakukan sendiri atau melalui manajemen proyek dari kontraktor, pengawasan akan menjaga biaya tetap sesuai rencana.
Angka ini bisa ditekan atau naik tergantung penerapan 7 strategi di atas.
Menghemat Biaya Bangun Rumah bukan soal menurunkan kualitas, tetapi soal strategi dan perencanaan.
Dengan:
Anda bisa membangun rumah yang kuat, nyaman, dan tahan lama tanpa anggaran membengkak.
Baca juga : Berapa Biaya Renovasi Rumah 2026? Ini Rincian Lengkap dalam 9 Tahap