Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Address
Epicwalk Office Suit 5 Unit A501 Rasuna Said - Jakarta
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Sabtu: 08.00 - 15.00
Memilih bahan lantai adalah salah satu keputusan penting dalam membangun atau merenovasi rumah. Dua pilihan paling populer adalah granit dan keramik. Keduanya memiliki daya tarik tersendiri dari segi tampilan, kekuatan, hingga harga. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: lebih baik granit atau keramik untuk lantai rumah?
Untuk menjawabnya, mari kita bahas secara lengkap kelebihan, kekurangan, serta faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan.
Granit merupakan batu alam yang terbentuk dari proses pendinginan magma di bawah permukaan bumi. Karena berasal dari alam, setiap lembar granit memiliki pola unik yang tidak akan sama satu dengan yang lain. Kesan yang dihasilkan pun mewah, elegan, dan tahan lama.
Keramik dibuat dari campuran tanah liat, pasir, dan bahan kimia tertentu yang dibakar pada suhu tinggi. Produk ini kemudian dilapisi dengan glasir (lapisan mengilap) yang memberikan warna dan motif beragam. Keramik menjadi pilihan paling umum karena harganya terjangkau dan variasinya sangat banyak.
Untuk membantu Anda menentukan pilihan antara granit atau keramik, berikut adalah perbandingannya dalam berbagai aspek penting:
| Aspek | Granit | Keramik |
| Bahan Dasar | Batu alam alami | Campuran tanah liat dan bahan kimia |
| Kekuatan | Sangat kuat, tahan beban berat | Cukup kuat, tapi mudah retak jika terkena benturan keras |
| Tampilan | Elegan, alami, eksklusif | Banyak pilihan motif dan warna |
| Harga | Lebih mahal | Lebih ekonomis |
| Pemasangan | Lebih sulit & butuh tenaga ahli | Lebih mudah & cepat |
| Perawatan | Relatif mudah, tapi berat | Mudah dibersihkan |
| Daya Tahan | Bisa bertahan puluhan tahun | Bertahan 5–10 tahun tergantung kualitas |
Dari segi ketahanan, granit jauh lebih unggul. Lantai granit dapat bertahan hingga lebih dari 20 tahun dengan tampilan yang tetap indah. Sementara keramik umumnya mulai menunjukkan keausan setelah 5–10 tahun, terutama pada area yang sering dilewati.
Namun, hal ini juga tergantung pada kualitas produk. Keramik premium bisa cukup tahan lama jika dipasang dan dirawat dengan benar.
Jika Anda menginginkan tampilan mewah dan alami, granit jelas pilihan yang tepat. Polanya unik dan bertekstur alami, cocok untuk desain rumah modern maupun klasik.
Sebaliknya, keramik unggul dalam hal variasi motif dan warna. Anda dapat menemukan desain seperti marmer, kayu, bahkan batu alam dengan harga yang lebih terjangkau.
Dari segi biaya, keramik jelas lebih ramah di kantong. Namun, jika Anda ingin investasi jangka panjang, granit menawarkan nilai yang lebih tinggi.
Granit cenderung lebih mudah dibersihkan, cukup dengan air dan kain lembut. Namun, karena sifatnya yang lebih berpori, perlu dilakukan pelapisan (sealer) secara berkala untuk mencegah noda membandel.
Keramik lebih mudah dalam hal pembersihan sehari-hari, tetapi nat di antara ubin sering menjadi masalah karena mudah menumpuk kotoran dan jamur.
Anda bahkan bisa mengombinasikan keduanya — misalnya, granit untuk area utama dan keramik untuk area sekunder.
Jika Anda mencari lantai yang kuat, mewah, dan tahan lama, maka granit adalah pilihan terbaik. Namun, bila Anda mengutamakan biaya terjangkau dan kemudahan pemasangan, maka keramik lebih cocok.
Jadi, pilihan antara granit atau keramik tergantung pada:
Untuk rumah dengan gaya elegan dan jangka panjang, granit menang telak. Namun, untuk solusi praktis dan efisien, keramik tetap unggul.
1. Apakah granit lebih licin dari keramik?
Tidak selalu. Granit dengan finishing matte justru memiliki daya cengkeram lebih baik.
2. Bisakah granit digunakan di kamar mandi?
Bisa, tetapi pilih jenis granit dengan permukaan kasar agar tidak licin.
3. Apakah keramik mudah retak?
Keramik bisa retak jika terkena benturan keras atau dipasang di permukaan tidak rata.
4. Apakah granit lebih sulit dipasang?
Ya, karena berat dan butuh teknik pemasangan yang presisi.
5. Mana yang lebih ramah lingkungan?
Granit alami lebih ramah lingkungan, namun proses pengolahannya memerlukan energi tinggi.
6. Apakah bisa mengombinasikan granit dan keramik dalam satu rumah?
Tentu bisa, asal penempatannya disesuaikan dengan fungsi ruang.